Kamis, 12 Maret 2026, Koordinator Tim Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTB, Drs. Hafid, MM bersama anggota tim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang merupakan bagian dari Kegiatan Strategis Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan monitoring dilakukan di dua lokasi di Kabupaten Lombok Tengah, yaitu pada Kelompok Tani Pade Angen 2 di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut serta Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut.
Sebelum meninjau lokasi pekerjaan di Desa Tanak Awu, tim monev terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Dalam pertemuan tersebut dibahas pelaksanaan pembangunan JUT serta pentingnya pelibatan aparat desa dalam proses pelaksanaan kegiatan agar informasi terkait program pembangunan dapat diketahui secara lebih luas oleh pemerintah desa.
Selanjutnya tim meninjau langsung pembangunan JUT pada Kelompok Tani Pade Angen 2. Jalan usaha tani yang dibangun memiliki lebar sekitar 3 hingga 5 meter dengan panjang kurang lebih 4 kilometer. Pembangunan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas petani dalam mengangkut hasil panen dari lahan pertanian menuju jalan utama.
Sebelum adanya pembangunan JUT tersebut, petani setempat harus memikul hasil panen untuk dibawa keluar menuju jalan besar. Dengan adanya jalan usaha tani ini, mobilitas petani diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan tim, progres fisik pembangunan jalan telah mencapai 100 persen.
Tim kemudian melanjutkan monitoring ke lokasi kedua, yaitu pembangunan Jalan Usaha Tani pada Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut. Pembangunan JUT di lokasi ini berupa pembukaan jalan baru dengan lebar sekitar 4 hingga 5 meter dan panjang kurang lebih 1 kilometer.
Keberadaan jalan usaha tani ini diharapkan dapat mempermudah akses petani menuju lahan pertanian serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian. Hasil pemantauan tim menunjukkan bahwa pekerjaan pembangunan jalan di lokasi ini juga telah selesai dengan progres fisik mencapai 100 persen.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur pertanian dapat berjalan sesuai dengan perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani dalam meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi kegiatan pertanian di daerah.