Welcome to BIRO EKONOMI NTB Official Website

@biro_perekonomianntb

Berita

Biro Ekbang Setda NTB Lakukan Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani di Lombok Barat

Biro Ekbang Setda NTB Lakukan Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani di Lombok Barat

Rabu, 11 Maret 2026, Koordinator Tim Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTB, Drs. Hafid, MM bersama anggota tim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang merupakan bagian dari Kegiatan Strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan monitoring dilakukan pada dua lokasi berbeda di Kabupaten Lombok Barat, yaitu di Desa Banyu Urip dan Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung.

Sebelum meninjau lokasi pekerjaan, tim monitoring terlebih dahulu mengunjungi Kantor Desa Banyu Urip untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa serta pendamping kegiatan. Dalam pertemuan tersebut, tim berdiskusi mengenai pelaksanaan pembangunan Jalan Usaha Tani yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas petani menuju lahan pertanian.

Selanjutnya, tim bersama pendamping menuju lokasi pembangunan Jalan Usaha Tani pada Kelompok Tani Sambik Batu di Desa Banyu Urip. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, progres fisik pekerjaan telah mencapai 100 persen. Jalan yang dibangun memiliki lebar sekitar tiga meter dengan panjang kurang lebih 220 meter. Pekerjaan ini mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak sehingga dilakukan penyesuaian melalui addendum, dan hingga saat ini proses pembayaran pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian administrasi.

Tim kemudian melanjutkan monitoring ke lokasi kedua, yaitu pembangunan Jalan Usaha Tani pada Kelompok Tani Bertekad Mau Maju yang berada di Dusun Panarukan Daya, Desa Kebon Ayu. Hasil monitoring menunjukkan bahwa progres fisik pekerjaan juga telah mencapai 100 persen.

Namun demikian, pekerjaan tersebut juga mengalami keterlambatan pelaksanaan dibandingkan dengan jadwal dalam perjanjian kerja sehingga dilakukan addendum serta dikenakan denda keterlambatan. Jalan yang dibangun memiliki lebar sekitar 2,7 meter dengan panjang kurang lebih 220 meter.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, di antaranya faktor cuaca serta kondisi akses menuju lokasi pekerjaan yang sempat terputus akibat longsor sehingga menyulitkan proses pengangkutan material.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pembangunan Jalan Usaha Tani dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani, dalam meningkatkan akses menuju lahan pertanian serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian di wilayah tersebut.