Jum’at, 13 Maret 2026 — Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTB melalui Tim DBH-CHT melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan monitoring ini dipimpin oleh Sub Koordinator SDA PKKP/DBH-CHT, Analis Kebijakan Ahli Muda Baiq Widiyanti, S.Pd bersama Sub Koordinator SDA Mineral, Lingkungan Hidup dan Energi, Analis Kebijakan Ahli Muda Muhid, S.Sos serta didampingi oleh tim DBH-CHT.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program DBH-CHT berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara khusus, kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kecocokan laporan realisasi yang disampaikan oleh OPD pengguna DBH-CHT dalam proses rekonsiliasi DBH-CHT Tahun Anggaran 2025, memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan sasaran yang tercantum dalam Rencana Kegiatan dan Penganggaran (RKP), serta memastikan bahwa penerima manfaat telah sesuai dengan ketentuan PMK Nomor 72 Tahun 2024 dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani maupun masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan monitoring dibagi menjadi dua tim. Tim pertama dipimpin oleh Baiq Widiyanti, S.Pd bersama Ahmad, SH dan Farida Hasnawati, S.Adm yang melakukan monitoring di Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah pada Kelompok Tani Tunas Makmur yang menerima bantuan satu unit mesin perajangan tembakau.
Sementara itu, tim kedua dipimpin oleh Muhid, S.Sos didampingi Ni Putu Widyaningsih, S.TR.IP, Rahayu Dwi Ramdhaning, SE dan Usman Rizal, S.Adm. Tim ini melakukan monitoring di Desa Kateng dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah pada Kelompok Tani Sejahtera Bersama dan Kelompok Tani Makmur Sejati yang juga menerima bantuan satu unit mesin perajang tembakau.
Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan pemanfaatan DBH-CHT dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani tembakau di daerah.