Welcome to BIRO EKONOMI NTB Official Website

@biro_perekonomianntb

Berita

Inflasi NTB Desember 2025 Terkendali dalam Target Nasional

Inflasi NTB Desember 2025 Terkendali dalam Target Nasional

Mataram, 5 Januari 2026 — Penelaah Teknis Kebijakan pada Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, L. Teguh Anggar Hilyadi S, mewakili Plt. Kepala Biro Perekonomian, menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB di Kantor BPS NTB, Senin (5/1).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS NTB, Wahyudin, serta dihadiri oleh para Kepala OPD dan instansi terkait. Dalam rilis tersebut disampaikan bahwa pada Desember 2025, inflasi Provinsi NTB secara year-on-year (y-on-y) dan year-to-date (ytd) tercatat sebesar 3,01 persen, sedangkan inflasi month-to-month (m-to-m) mencapai 0,72 persen.

Realisasi inflasi sepanjang tahun 2025 ini lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,28 persen, namun masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen. Secara nasional, inflasi tercatat sebesar 0,64 persen (m-to-m) dan 2,92 persen (ytd), sementara NTB menempati peringkat ke-16 inflasi terendah secara nasional.

Seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTB tercatat mengalami inflasi pada Desember 2025. Kota Bima mencatat inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,80 persen, sedangkan Kota Mataram mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 3,21 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi m-to-m terbesar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,58 persen, disusul oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12 persen. Sementara itu, kelompok transportasi menjadi penyumbang deflasi dengan andil -0,01 persen.

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi m-to-m didominasi oleh cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, tomat, dan daging ayam ras. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi tertinggi antara lain ikan teri, angkutan udara, cabai merah, serta beberapa jenis ikan laut.

Kenaikan harga komoditas hortikultura seperti cabai rawit, tomat, dan bawang merah dipengaruhi oleh gangguan produksi akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, meningkatnya kebutuhan domestik menjelang Natal dan Tahun Baru, serta peningkatan distribusi keluar daerah. Sementara itu, kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh tren kenaikan harga emas dunia. Untuk daging ayam ras, peningkatan permintaan terjadi seiring bertambahnya Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan dalam jumlah lebih besar.

Secara historis, pola inflasi di NTB selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan kecenderungan meningkat pada periode Ramadhan–Idul Fitri serta Natal dan Tahun Baru.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya pembagian pipa paralon untuk mendukung penanaman hortikultura di pekarangan rumah, pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang difokuskan pada komoditas cabai dan bawang merah, monitoring harga secara berkala dengan sistem pemantauan real-time, serta koordinasi intensif dengan Forkopimda guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Ke depan, diperlukan koordinasi berkelanjutan antar stakeholder untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok, khususnya menjelang periode-periode strategis seperti hari besar keagamaan dan nasional.