Welcome to BIRO EKONOMI NTB Official Website

@biro_perekonomianntb

Berita

Ekonomi NTB Triwulan IV 2025 Tumbuh Kuat, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Ekonomi NTB Triwulan IV 2025 Tumbuh Kuat, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Kamis, 5 Februari 2026

Analis Kebijakan Ahli Madya pada Biro Perekonomian dan Adm. Pembangunan Setda Provinsi NTB, Nana Oktutiana, SIP, ME, bersama tim mewakili Kepala Biro menghadiri rilis berita resmi statistik Pertumbuhan Ekonomi NTB Triwulan IV 2025 di kantor BPS NTB. Rilis dipimpin oleh Kepala BPS NTB, Wahyudin, didampigi Kepala Dinas Kominfotik NTB dan dihadiri oleh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan instansi terkait lainnya.

Perekonomian NTB TW-IV 2026 mengalami pertumbuhan scara qtoq sebesar 3,97persen, 12,49 persen y-o-y, dan 3,22 persen ctoc (Rp30,07 T ADHK, Rp52,04T ADHB). Angka ini sudah termasuk Sub Kategori Pertambangan Bijih Logam. Adapun tanpa tambang, pertumbuhan ekonomi NTB tercatat sebesar 13,70 persen y-o-y, 0,70 persen qtoq, dan 8,33 persen ctoc. Sedangkan nasional mengalami pertumbuhan ctoc sebesar 5,11 persen, qtoq 0,86 persen, 5,39 persen y-o-y. Pertumbuhan ekonomi secara y-o-y dengan tambang 12,49% merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2025, dengan sumber pertumbuhan tertinggi dari sektor Industri Pengolahan sebesar 6,48 persen. 

Dari sisi PDRB menurut Lapangan Usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjad pada industri Pengolahan sebesar 137,78 persen, diikuti oleh Jasa Keuangan 28,12 persen, Perdagangan 12,29 persen, dan Akomodasi makan minum 11,17 persen. Pertumbuhan industri pengolahan didukung oleh operasional smelter, sedangkan pertumbuhan akomodasi makan minum ditunjang oleh MBG. Adapun share terbesar berasal dari 3 sektor utama, Pertambangan, Pertanian, dan Perdagangan. Secara umum pertumbuhan ekonomi NTB TW-IV 2025 ditopang oleh menguatnya Industri Pengolahan dan peningkatan aktivitas pertambangan. 

Secara rinci, lonjakan pertumbuhan y-o-y pada Industri Pengolahan sebesar 137,78 persen didorong oleh hasil Industri logam dasar (smelter), kemudian di Jasa Keuangan terjadi peningkatan output bank umum terutama dari pendapatan sekunder, dan sektor Perdagangan (sub kategori perdagangan besar dan eceran) mengacu pada commdity flow ditopang oleh peningkatan aktivitas pertanian (khususnya produksi padi), pertambangan, dan industri pengolahan. Dan untuk pertumbuhan q-to-q, lonjakan pada sektor pertambangan dipengaruhi oleh peningkatan produksi konsentrat tembaga seiring dengan relaksasi ekspor konsentrat sejak 14 Oktober 2nol25. Kemudian peningkatan nilai tambah Industri Pengolahan utamanya didorong oleh kenaikan produksi industri logam dasar yang semakin optimal. Dan Jasa Keuangan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas perbankan dan transaksi keuangan masyarakat.

capaian angka pertumbuhan ekonomi, mencerminkan mulai menguatnya fondasi ekonomi daerah yang tidak hanya ditopang sektor industri dan pertambangan, tetapi juga diperkuat oleh pertanian serta perdagangan.

Data BPS menunjukkan sinyal yang positif. Pertumbuhan ekonomi ditopang kuat oleh industri pengolahan dan ekspor, diperkuat oleh pertanian dan perdagangan, jumlah penduduk bekerja terus meningkat, dan kemiskinan turun lebih dari 21 ribu orang dibanding 2024. Ini menegaskan bahwa roda ekonomi NTB bergerak ke arah yang lebih produktif.

Selanjutnya PDRB per kapita NTB, selama periode 2021-2025 selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan pada tahun 2025 mencapai Rp33,66 juta. Seiring dengan penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Harapan kita kedepan pertumbuhan ekonomi NTB terus mengalami peningkatan.