Breaking News

Rilis Berita Resmi Statistik

Senin, 1 Juli 2024

Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH, mewakili Sekretaris Daerah Prov. NTB menghadiri acara Rilis Berita Resmi Statistik yang dipimpin oleh Kepala BPS NTB, Wahyudin. Bertempat di Aula Tambora, Gedung BPS NTB.

Kepala BPS NTB menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan inflasi Provinsi NTB pada Bulan Juni 2024. Pertama, angka inflasi nasional pada Bulan Juni 2024 secara m-to-m sebesar -0,08 persen, sedangkan secara y-o-y sebesar 2,51 persen dan tahun kalender sebesar 1,07 persen.
Adapun inflasi di provinsi NTB pada periode yang sama secara m-to-m, terjadi deflasi sebesar -0,26 persen (lebih dalam dari deflasi nasional -0,08 persen), secara y-o-y terjadi inflasi sebesar 2,12 persen (lebih rendah dari nasional sebesar 2,56 persen) dan secara y-to-d terjadi inflasi sebesar 0,37 (jauh lebih rendah dari nasional 1,07 persen).

Untuk wilayah cakupan IHK (Kota Mataram, Kab. Sumbawa, Kota Bima) secara umum terjadi deflasi secara m-to-m, dengan deflasi terdalam terjadi di Kab. Sumbawa sebesar -0,29 persen dengan IHK sebesar 105,95. Kemudian Kota Bima deflasi sebesar -0,28 persen dengan IHK sebesar 105,54, dan Kota Mataram deflasi sebesar -0,26 dengan IHK sebesar 106,30. Adapun secara y-o-y terjadi inflasi masing-masing di Kota Mataram sebesar 2,93 persen, Kab. Sumbawa sebesar 0 95, dan Kota Bima sebesar 2,39.

Selanjutnya untuk komoditas penyumbang inflasi dan deflasi di masing-masing wilayah adalah sebagai berikut:

A. Inflasi

  1. Kota Mataram
  • Beras (andil 0,11 persen)
  • Sewa rumah (andil 0,06 persen)
  • Emas perhiasan (andil 0,04 persen)
  • Air kemasan (andil 0,03 persen)
  • Sigaret Kretek Mesin (andil 0,03 persen)
  1. Kab. Sumbawa
  • Ikan Layang/Ikan Bonggol (andil 0,09 persen)
  • Ayam Hidup (andil 0,07 persen)
  • Kacang Panjang ( andil 0,05 persen)
  • Batu Bata (andil 0,04 persen)
  • Kol Putih/Kubis (andil 0,02 persen)
  1. Kota Bima
  • Ikan Layang/Ikan Bonggol (andil 0,07 persen)
  • Kacang Panjang (andil 0,05 persen)
  • Ikan Tongkol (andil 0,04 persen)
  • Ayam Hidup (andil 0,03 persen)
  • Pelumas/Oli Mesin (andil 0,02 persen)

B. Deflasi

  1. Kota Mataram
  • Tomat (andil 0,16 persen)
  • Daging Ayam Ras (andil 0,14 persen)
  • Bawang Merah (andil 0,10 persen)
  • Sawi Hijau (andil 0,5 persen)
  • Pisang (andil 0,03 persen)
  1. Kab. Sumbawa
  • Tomat (andil 0,10 persen)
  • Kangkung (andil 0,06 persen)
  • Bawang Merah (andil 0,06 persen)
  • Bayam ( (andil 0,05 persen)
  • Telur Ayam ras (andil 0,04 persen)
  1. Kota Bima
  • Tomat (andil 0,14 persen)
  • Cumi-Cumi (andil 0,08 persen)
  • Daging Ayam Ras (andil 0,08 persen)
  • Bawang Merah (andil 0,04 persen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *