High Level Meeting TPID Prov. NTB

Rabu, 27 April 2022 Bertempat di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Diselenggarakan acara HLM TPID Prov. NTB yang juga dilkasanakan secara daring bagi Kab/Kota yang tidak dapat hadir secara langsung. Acara dihadiri oleh anggota TPID Provinsi dan TPID Kab/ Kota.HLM Dibuka oleh Gubernur NTB DR. H. ZULKIEFLIMANSYAH. Dalam arahannya, Gubernur menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB, sesuai data yang disampaikan kepala perwakilan BI Prov. NTB, termasuk bgaua, terutama dengan adanya program industrialisasi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Prov. NTB.Dalam kesempatan ini, Gubernur NTB kembali meminta agar segera dilaksanakan pasar tani di Kab/Kota, sebagai salah satu upaya mengendalikan, mencegah inflasi. Selain itu, pasar tani juga memberikan efek psikologis yaitu adanya ruang bagi masyarakat untuk bersilaturahmi terutama menjelang hari raya. Gubernur juga meminta agar Dinas Instansi terkait, memanfaatkan media sosial dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, agar dapat mempercepat koordinasi pelaksanaan kegiata/pasar tani. Selanjutnya Kepala Kantor Perwakilan BI Prov. NTB memberikan paparan terkait inflasi NTB dan Perkembangan harga pada minggu ke II April yang menunjukan adanya kenaikan harga beberapa komoditas terutama disebabkan oleh komoditas Administered Price (AP), yaitu angkutan udara dan BBM. Kenaikan harga BBM terutama adanya kebijakan naiknya harga pertamax. Untuk Volatile Food (VF), minyak goreng masih menjadi penyumbang inflasi. Namun disisi VF juga terjadi penurunan harga yaitu untuk komoditas beras dan cabai rawit karena sudah masuk musim panen. Kepala BI juga memberikan rekomendasi dalam upaya pengendalian inflasi yaitu dengan melakukan sidak untuk memastikan implementasi HET, koordinasi dengan distributor untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dan kedatangan pasokan, konektivitas antar daerah untuk menstabilkan ketersediaan pasokan. Sedangkan untuk jangka panjang, upaya yang dapat dilakukan antara lain, penguatan klaster pangan, penguatan kerja sama antar daerah dengan melibatkan BUMD, serta memperkuat komunikaai kebijakan untuk mempengaruhi ekspektasi masyarakat dalam berkonsumsi terutama selama perayaan hari besar keagamaan.Pimpinan wilayah Perum Bulog dalam paparannya menyampaikan bahwa sampai hari ini, Bulog telah menyerap 20 ribu ton beras dan 18ribu ton gabah dari petani di seluruh NTB. Sementara itu stok beras yang ada di gudang bulog adalah 38 ribu ton. Selain itu Bulog juga menyediakan bahan kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti gula , beras jenis basmati dan lain lain. Sementara untuk minyak goreng, bulog juga melakukan operasi pasar untuk minyak goreng curah di seluruh NTB yang telah dilakukan peluncurannya oleh Sekretaris Daerah pada minggu lalu. Saat ini , tengah dilakukan OP MGC di Kab.Sumbawa yang selanjutnya akan menuju Kab. Dompu dan Bima.Sementar itu, TPID Ka/Kota juga melaporkan kondisi di lapangan terkait harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok strategis. Hampir semua TPID Kab/Kota menyatakan terjadi kenaikan harga terutama di hari-hari terakhir bulan puasa mendekati Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan harga yang terjadi masih dalam taraf wajar mengingat permintaan yang meningkat menjelang hari raya. Seluruh Kab/Kota yang hadir maupun melalui zoom meeting, sangat mengharapkan adanya MOU kerja sama antar daerah terutama menyangkut ketersediaan bahan pangan strategis kebutuhan masyarakat.HLM ditutup oleh Asissten II Bid. Perekonomian dan Pembangunan, yang mengharapkan agar pengendalian inflasi terutama pengawasan dan pemantauan harga bahan pangan strategis. Selain itu agar segera dilakukan kerja sama antar daerah (KAD) DI Prov. NTB terutama untuk neraca bahan pangan strategis agar diketahui daerah mana yang surplus atau defisit.Acara HLM Akan ditindaklanjuti dengan sidak atau peninjauan ke pasar yang ada di Kota Mataram pada hari Kamis 28 April 2022.#biroperekonomianNTB#NTBGemilang#NTBTangguhDanMantap#berakhlak#banggamelayanibangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *