Kadin Apresiasi Ekonomi NTB di Tengah Pandemi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Ruslani mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di NTB. Menurutnya meski ditengah pandemi Covid-19, kuartal kedua pertumbuhan di NTB masih positif, padahal trend nasional masih negatif. hali ini dikarenakan bentuk kebijakan pemerintah dan sinergi yang solid. Koordinasi dan komunikasi dimasa pandemi antara pemerintah dan pengusaha serta strategi ekonomi juga berjalan sangat baik. Gubernur NTB, dianggap sangat mengenal dunia usaha, sehingga sinergi yang solid membuahkan strategi yang terarah dan terukur.

Rosan menambakan, meski sektor utama pariwisata terdampak sangat buruk, NTB mampu memaksimalkan potensi lain yang dimiliki seperti sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Apalagi dengan sentuhana industrialisasi yang kini sedang diikhtiarkan Pemerintah Provinsi NTB, semakin menguatkan NTB ditengah jurang resesi.

Sementara itu, Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah mengatakan bahwa kemajuan ekonomi NTB tidak hanya bergantungan pada kebijakan pemerintah, namun juga pada para pengusaha lokal. Tugas Pemerintah daerah bekerja baik untuk memastikan iklim berusaha yang kondusif, agar pengusaha dapat tumbuh dan berkembang.

Menurut gubernur, Penentu kemajuan ekonomi bukan pemerintah tapi sektor swasta. Tapi kita membutuhkan pengusaha yang berani mengambil resiko mengembangkan industri bukan cuma rebutan rente ekonomi dari proyek pemerintah bersama oknum pemerintah.

Gubernur juga mengatakan Pemerintah menyadari bahwa program strategis Industrialisasi baru dapat terlihat dalam masa sepuluh tahun kedepan. Pemerintah membangun Science, Technology, and Industrial Park (STIP) Banyumulek dan Pelabuhan Poto Tano agar fasilitas yang baik dapat menggairahkan pengusaha. di hulu, kampus kampus menyediakan sarjana teknik dalam merancang mesin mesin industri,yang artinya pengusaha diminta berkontribusi dalam mengembangkan industri dibanyak sektor dan tidak hanya mengejar profit.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin NTB, Taufan Rahmadi dalam kesempatan itu mengusulkan terkait pemuliah pariwisata, agar Kadin Pusat melakukan strategi “travel corridor” antara Indonesia dengan negara negara lain dalam rangka promosi kunjungan wisata.

Begitu pula dengan program unggulan pemerintah, yaitu 99 desa wisata agar Kadin NTB sebagai stakeholder dapat mengambil peran dengan melakukan pendampingan langsung kepada Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agarseluruh potensi yang dimiliki desa wisata dapat terkelola dengan baik.

Taufan juga mengusulkan agar gelaran MotoGP yang direncanakan dilaksanakantahun depan dapat terus didorong percepatan pembangunannya. MotoGP adalah sebagai kickoff bergeraknya pariwisata Indonesia dan NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *