Selamat Datang di Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB

image Follow Us:

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan. Pada bulan Januari 2017 Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi yang cukup tinggi sebesar 1,49%,terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengankenaikan indeks pada kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 3,27%, kelompok bahan makanan sebesar 1,86%, kelompok sandang sebesar 1,12%, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 1,08%, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar0,93% dan kelompok Kesehatan sebesar 0,74%. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,14%.

10 (sepuluh) komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi bulan Januari 2017 adalah kenaikanbiaya perpanjangan STNK, cabai rawit, tarif listrik, rokok kretek filter, sewa rumah, tomat sayur, rokok kretek, beras, tarifpulsa ponsel dan bensin. Selain adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tersebut terdapat pula penurunan harga pada komoditas yang lain sehingga dapat mengerek laju inflasi  pada angka 1,49%. Adapun komoditas yang memberikan sumbangan terjadinya deflasi adalah bawang merah, jeruk, angkutan udara, pisang, jagung manis, ayam hidup, apel, kembung/gembung/banyer/gembolo/aso-aso, pepaya dan cabe merah.

Inflasi di Nusa Tenggara Barat bulan Januari 2017 berada diatas inflasi Nasional, inflasi Nusa Tenggara Barat sebesar 1,49%, lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional sebesar 0,97%. Berikut tabel perbandingan inflasi Kota Mataram, Kota Bima, Gabungan (NTB) dan Nasional bulan Januari 2017.

Bulan

Mataram

Bima

Gabungan NTB

Nasional

Januari 2017

1,51

1,40

1,49

0,97